Artikel Terbaru

7 Jenis Tabungan yang Wajib Kamu Punya di Usia 20-an

7 Jenis Tabungan yang Wajib Kamu Punya di Usia 20-an
Panduan lengkap 7 jenis tabungan penting di usia 20-an untuk bangun keuangan stabil dan masa depan aman.

 NgaturUang.com – Usia 20-an itu masa paling seru tapi juga paling krusial dalam hidup. Di fase ini, kamu mulai bekerja, menghasilkan uang sendiri, dan mulai merancang masa depan. Tapi di sisi lain, godaan buat “foya-foya” juga banyak banget, nongkrong, liburan, atau upgrade gadget tiap bulan.


Kalau nggak hati-hati, gaji bisa habis cuma buat gaya hidup. Nah, biar kamu nggak terjebak di situ, punya beberapa jenis tabungan sejak dini adalah langkah paling bijak. Nggak cuma buat jaga-jaga, tapi juga buat bikin keuanganmu lebih stabil di masa depan.


Yuk, kita bahas tujuh jenis tabungan penting yang wajib kamu punya di usia 20-an, lengkap dengan alasan kenapa masing-masing penting dan cara mulainya.


1. Tabungan Dana Darurat

Tabungan pertama yang wajib banget kamu punya adalah tabungan dana darurat. Ini semacam “pelindung keuangan” ketika hal-hal nggak terduga terjadi, misalnya kamu kehilangan pekerjaan, motor rusak, atau harus bayar biaya rumah sakit tiba-tiba.


Idealnya, jumlah dana darurat yang aman adalah 3-6 kali total pengeluaran bulananmu. Jadi kalau pengeluaranmu Rp4 juta per bulan, kamu perlu menyiapkan minimal Rp12-24 juta untuk dana darurat.


Tips menyiapkan dana darurat:

  • Buat rekening khusus terpisah dari rekening gaji.
  • Gunakan tabungan tanpa kartu ATM agar kamu nggak tergoda ambil uang.
  • Mulai dari nominal kecil, misalnya Rp500 ribu per bulan, lalu naikkan perlahan.


Percaya deh, punya dana darurat bikin kamu tidur lebih nyenyak karena tahu kalau ada yang “backup” saat keadaan mendesak.


2. Tabungan Rencana

Kalau kamu sering gagal menabung karena uangnya keburu kepakai, tabungan rencana bisa jadi solusi. Jenis tabungan ini biasanya punya sistem setoran otomatis tiap bulan dengan jangka waktu tertentu, misalnya 12 bulan, 24 bulan, atau lebih.


Kelebihan tabungan rencana:

  • Nggak bisa ditarik sebelum jatuh tempo, jadi kamu dipaksa disiplin.
  • Bunganya biasanya lebih tinggi dari tabungan reguler.
  • Cocok buat tujuan keuangan jangka menengah seperti biaya menikah, liburan, atau DP rumah.


Contohnya, kamu bisa set auto-debit Rp1 juta per bulan selama dua tahun. Tanpa sadar, kamu udah punya Rp24 juta lebih di akhir periode. Gampang tapi efektif!


3. Tabungan Pendidikan

Kalau kamu masih kuliah atau punya rencana lanjut studi, tabungan pendidikan itu wajib banget. Tapi tabungan ini juga cocok buat kamu yang pengen menyiapkan masa depan anak sejak dini.


Beberapa bank bahkan menyediakan tabungan pendidikan dengan bunga lebih tinggi dan proteksi asuransi, jadi kalau terjadi hal tak diinginkan, dana pendidikan tetap aman.


Strategi buat tabungan pendidikan:

  • Tentukan target dana (misalnya Rp50 juta dalam 5 tahun).
  • Pilih produk tabungan atau reksa dana dengan bunga stabil.
  • Gunakan rekening terpisah biar nggak tercampur dengan keuangan harian.


Pendidikan itu investasi jangka panjang. Kalau kamu mulai nyiapin dari sekarang, nanti nggak perlu bingung cari dana di saat mendesak.


4. Tabungan Investasi

Kalau kamu cuma mengandalkan tabungan biasa, uangmu bisa kalah sama inflasi. Itu sebabnya, kamu perlu punya tabungan berbentuk investasi, seperti reksa dana, deposito, emas, atau saham.


Investasi bukan berarti harus besar. Sekarang, banyak platform digital yang memungkinkan kamu mulai investasi dari Rp10 ribu aja.


Rekomendasi buat pemula:

  • Reksa dana pasar uang: risikonya rendah, cocok buat pemula.
  • Deposito berjangka: aman, tapi tetap kasih bunga lebih tinggi dari tabungan biasa.
  • Emas digital: cocok buat yang ingin nilai stabil.
  • Saham: potensi untung besar, tapi perlu belajar dulu biar nggak rugi.


Yang penting, pahami profil risiko kamu, jangan ikut-ikutan tren tanpa tahu risikonya. Investasi itu bukan sprint, tapi maraton.


5. Tabungan Pensiun

“Masih muda, ngapain mikirin pensiun?”, itu mindset yang bikin banyak orang menyesal di usia 40-an.


Justru di usia 20-an, waktu kamu masih panjang, jadi hasil investasinya bisa tumbuh lebih besar lewat efek compound interest (bunga berbunga). Semakin cepat mulai, semakin ringan beban nabungnya.


Pilihan tabungan pensiun:

  • DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang bisa diatur sesuai target usia.
  • Reksa dana pensiun dengan profil risiko menengah-tinggi.
  • Atau bikin rekening khusus “Pensiun Dini” di bank kamu.


Kamu bisa mulai kecil dulu, misalnya Rp300 ribu–Rp500 ribu per bulan. Anggap aja bayar “tagihan masa depan” biar kamu bisa pensiun tenang tanpa harus kerja seumur hidup.


6. Tabungan Kesehatan

Kesehatan itu aset yang sering diremehkan sampai akhirnya sakit datang. Karena itu, selain punya asuransi, kamu juga perlu tabungan kesehatan pribadi.


Tabungan ini bisa dipakai buat biaya yang nggak ditanggung asuransi, seperti:

  • Vitamin dan suplemen rutin.
  • Pemeriksaan gigi, kacamata, atau skincare medis.
  • Medical check-up tahunan.
  • Pengobatan ringan tanpa klaim asuransi.


Bayangkan kalau kamu tiba-tiba sakit dan harus beli obat-obatan mahal. Kalau punya tabungan khusus, kamu nggak perlu ngotak-atik dana darurat.


Tipsnya, pisahkan minimal 5-10% penghasilan tiap bulan ke rekening kesehatan. Kecil sekarang, tapi besar manfaatnya nanti.


7. Tabungan Sosial dan Hiburan

Hidup bukan cuma soal kerja dan menabung. Kamu juga butuh bersenang-senang dan berbagi dengan sesama. Makanya, tabungan sosial dan hiburan juga penting banget.


Tabungan sosial

Bisa kamu gunakan untuk donasi, sedekah, atau bantu teman/keluarga yang butuh bantuan. Memberi dari hasil kerja sendiri rasanya jauh lebih memuaskan.


Tabungan hiburan

Bisa dipakai buat liburan, konser, atau hobi tanpa merasa bersalah karena sudah disiapkan dari awal. Jadi kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa mengganggu keuangan utama.


Ingat, hidup seimbang itu penting. Nggak perlu ekstrem antara nabung atau senang-senang, keduanya bisa jalan bareng asal diatur.


Bonus: Tabungan Tujuan Spesifik

Selain tujuh jenis utama di atas, kamu juga bisa bikin tabungan berdasarkan tujuan pribadi, misalnya:

  • Tabungan pernikahan, buat kamu yang udah siap ke jenjang serius.
  • Tabungan bisnis, kalau kamu mau mulai usaha kecil.
  • Tabungan rumah atau kendaraan, buat target jangka panjang.


Dengan cara ini, kamu bisa lebih fokus dan termotivasi karena setiap rupiah yang kamu simpan punya tujuan jelas.


Cara Praktis Biar Bisa Punya Semua Jenis Tabungan

Punya tujuh tabungan sekaligus bukan berarti kamu harus kaya dulu. Rahasianya ada di manajemen uang yang cerdas.

Berikut tips yang bisa kamu coba:


1. Gunakan sistem 50/30/20.

  • 50% buat kebutuhan pokok (makan, transportasi, sewa).
  • 30% buat keinginan (nongkrong, hiburan).
  • 20% buat tabungan dan investasi.


2. Pisahkan rekening berdasarkan tujuan.

Banyak bank digital sekarang menyediakan fitur “kantong” atau “pos tabungan” yang memudahkan kamu mengatur uang.


3. Gunakan auto-debit.

Begitu gaji masuk, otomatis sebagian langsung dialihkan ke tabungan. Jadi kamu nggak tergoda pakai dulu baru sisakan.


4. Naikkan nominal tiap tahun.

Begitu penghasilan naik, tambah jumlah tabunganmu 10-15%. Kecil, tapi efeknya besar dalam jangka panjang.


Kesimpulan

Punya berbagai jenis tabungan di usia 20-an bukan tanda kamu pelit, tapi justru bukti kamu berpikir matang tentang masa depan.


Setiap tabungan punya fungsinya masing-masing: ada yang buat jaga-jaga, ada yang buat impian, ada juga yang bikin hidup tetap seimbang. Dengan perencanaan yang baik, kamu bisa menghadapi berbagai situasi tanpa stres dan tanpa harus pinjam sana-sini.


Mulailah dari satu jenis tabungan dulu, lalu tambah perlahan seiring bertambahnya penghasilan.

Yang penting, mulai sekarang. Karena waktu terbaik buat menabung itu bukan nanti, tapi hari ini.

0 Komentar

© Copyright 2025 | NgaturUang.com - Tips Keuangan, Investasi dan Finansial