![]() |
| Temukan 10 tips cara mengatur keuangan agar tidak boros. Panduan praktis dan mudah dipahami untuk menabung, berhemat, dan mencapai kestabilan finansial. |
NgaturUang.com – Ngaku deh, siapa yang tiap akhir bulan suka bingung ke mana perginya uang gaji? Rasanya baru aja tanggal muda, tapi saldo sudah menipis dan dompet mulai kosong. Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak orang mengalami hal yang sama — bukan karena penghasilannya kecil, tapi karena belum tahu cara mengatur keuangan dengan benar.
Padahal, kalau bisa ngatur uang dengan baik, hidup bisa jauh lebih tenang. Kamu bisa punya tabungan, nggak pusing waktu ada kebutuhan mendadak, bahkan bisa mulai investasi untuk masa depan. Yuk, simak 10 tips cara mengatur keuangan yang simpel tapi ampuh biar kamu nggak boros dan makin pintar dalam mengelola uang!
1. Tetapkan Tujuan Keuangan yang Jelas
Sebelum mulai menabung atau investasi, kamu harus tahu dulu: tujuan finansialmu apa? Misalnya, pengen punya dana darurat dalam enam bulan, beli motor baru tahun depan, atau mulai nyicil rumah.
Kalau tujuannya jelas, kamu jadi punya arah dan alasan kuat untuk menahan diri dari pengeluaran yang nggak penting. Ibaratnya, kamu tahu kenapa harus “puasa belanja”, karena ada sesuatu yang lebih besar yang sedang kamu kejar.
Coba tulis tujuanmu di catatan atau tempel di tempat yang sering kamu lihat, biar makin semangat nabungnya.
2. Buat Anggaran Bulanan Sebagai Panduan
Anggaran itu kayak peta keuangan — tanpa peta, kamu bisa tersesat di “hutan pengeluaran”.
Mulailah dengan mencatat semua penghasilan dan rencana pengeluaran bulanan. Gunakan rumus sederhana seperti ini:
- 50% untuk kebutuhan pokok (makan, sewa, transportasi, tagihan)
- 30% untuk keinginan (hiburan, nongkrong, belanja kecil)
- 20% untuk tabungan dan investasi
Kamu bisa sesuaikan proporsinya sesuai kondisi. Yang penting, tahu batasnya. Jadi kalau pengeluaran mulai “liar”, kamu bisa langsung kendalikan sebelum terlambat.
3. Sisihkan Tabungan dan Investasi Terlebih Dahulu
Begitu gajian, jangan langsung dihabiskan untuk belanja atau hangout. Lakukan kebiasaan ini: bayar diri sendiri dulu!
Artinya, langsung sisihkan uang untuk tabungan atau investasi sebelum digunakan untuk hal lain. Misalnya, dari Rp5 juta gaji, kamu bisa langsung pisahkan Rp1 juta untuk ditabung. Sisanya baru dipakai buat kebutuhan.
Dengan cara ini, kamu memastikan tabungan selalu bertambah tiap bulan, bukan sisa uang di akhir bulan (yang biasanya malah nggak ada sisanya sama sekali).
4. Pantau, Catat, dan Kendalikan Pengeluaran
Banyak orang kaget waktu tahu pengeluaran kecil mereka ternyata besar banget kalau dijumlahkan. Misalnya, kopi Rp25 ribu tiap hari — kalau dikali sebulan, bisa lebih dari Rp700 ribu!
Makanya, penting banget untuk mencatat semua pengeluaran, sekecil apa pun itu. Kamu bisa pakai aplikasi keuangan seperti Money Lover, Notion, atau bahkan catatan di HP.
Dengan begitu, kamu tahu ke mana uangmu pergi, dan bisa menekan pengeluaran yang nggak penting. Dari sini kamu bisa mulai belajar bedain mana “butuh” dan mana cuma “pengen”.
5. Bangun Dana Darurat
Hidup itu penuh kejutan, dan nggak semuanya menyenangkan. Bisa aja tiba-tiba kamu sakit, kehilangan pekerjaan, atau harus bayar sesuatu yang mendadak. Nah, biar nggak panik atau terpaksa berutang, kamu butuh dana darurat.
Idealnya, jumlah dana darurat itu 3–6 kali dari total pengeluaran bulanan. Kalau pengeluaranmu Rp4 juta per bulan, berarti target dana darurat sekitar Rp12–24 juta.
Nggak perlu langsung besar — mulai aja dari kecil, yang penting rutin. Lama-lama juga terkumpul kok.
6. Hindari Hutang Konsumtif
Kadang kita tergoda beli barang yang sebenarnya nggak perlu, cuma karena bisa dicicil. Padahal, cicilan itu tetap hutang, dan kalau nggak dikontrol, bisa bikin keuangan berantakan.
Hutang yang baik itu yang produktif, misalnya untuk modal usaha atau pendidikan. Tapi kalau cuma buat beli barang mewah biar “gaya”, sebaiknya pikir dua kali.
Ingat, punya barang keren nggak akan bikin kamu kelihatan kaya — yang bikin tenang itu kalau kamu nggak punya hutang.
7. Edukasi dan Tingkatkan Literasi Keuangan Diri
Mengatur uang itu bukan soal matematika rumit, tapi soal kebiasaan dan pengetahuan. Semakin banyak kamu belajar soal cara mengatur keuangan, semakin pintar juga kamu ngambil keputusan finansial.
Kamu bisa baca buku ringan seperti Rich Dad Poor Dad atau The Psychology of Money, nonton video edukasi keuangan di YouTube, atau ikut kelas online gratis.
Pelan-pelan, kamu akan lebih paham cara menabung, investasi, hingga mengelola risiko. Ilmu keuangan itu investasi terbaik yang bisa kamu kasih buat diri sendiri.
8. Rutin Evaluasi Keuangan Secara Berkala
Setiap bulan, luangkan waktu 10–15 menit buat evaluasi keuangan. Lihat apakah kamu berhasil menabung sesuai target, atau justru kebanyakan jajan.
Kalau ada kebocoran, cari tahu penyebabnya dan perbaiki di bulan berikutnya. Dengan evaluasi rutin, kamu bisa terus memperbaiki kebiasaan dan makin disiplin dalam mengelola uang.
Keuangan yang sehat itu hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten — bukan karena penghasilan besar semata.
9. Manfaatkan Teknologi, Diskon, dan Promosi
Sekarang banyak banget aplikasi yang bisa bantu kamu lebih hemat. Mulai dari aplikasi pencatat keuangan, e-wallet dengan fitur cashback, sampai marketplace yang sering kasih diskon besar.
Tapi hati-hati juga, jangan sampai diskon malah bikin kamu beli barang yang nggak perlu. Prinsipnya, beli karena butuh, bukan karena murah.
Kalau bisa manfaatin promo untuk kebutuhan rutin kayak belanja bulanan atau transportasi, kenapa nggak? Yang penting tetap bijak dan nggak kalap.
10. Fokus pada Gaya Hidup Hemat
Terakhir, coba ubah mindset soal “hemat”. Banyak orang salah paham, dikira hemat itu pelit. Padahal, hemat artinya pintar mengatur prioritas.
Kamu tetap bisa menikmati hidup, asal tahu batasnya. Misalnya, tetap nongkrong tapi pilih tempat yang lebih terjangkau, atau bawa bekal biar nggak jajan terus di luar.
Hidup hemat bikin kamu lebih sadar nilai uang dan lebih tenang secara mental. Karena yang bikin stres bukan hidup sederhana, tapi hidup tanpa kontrol keuangan.

0 Komentar