![]() |
| 5 kesalahan ngatur uang yang sering bikin gaji cepat habis dan saldo menipis sebelum akhir bulan |
NgaturUang.com – Pernah ngerasa baru tanggal 10 tapi saldo udah tipis banget? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang yang punya penghasilan cukup, tapi tetap aja ngerasa “gajinya nggak pernah cukup”. Padahal sering kali, masalahnya bukan di jumlah gaji, tapi di cara ngatur uangnya.
Yuk, kita bahas 5 kesalahan klasik dalam mengatur keuangan pribadi yang sering bikin dompet kempes sebelum akhir bulan, plus tips simpel buat ngatasinnya.
1. Nggak Punya Anggaran Bulanan
Banyak orang yang hidup pakai prinsip “jalani aja dulu.” Tapi tanpa rencana, uang bakal gampang banget bocor ke sana-sini.
Biar aman, bikin anggaran di awal bulan. Catat semua kebutuhan wajib, mulai dari sewa, makan, transportasi, sampai cicilan. Baru deh sisihkan buat tabungan dan hiburan.
Kalau kamu nggak tahu ke mana uangmu pergi, jangan heran kalau tiba-tiba saldo habis padahal baru gajian minggu lalu.
Tips: Gunakan aplikasi catatan keuangan di HP biar kamu bisa pantau pengeluaran harian dengan mudah.
2. Gaya Hidup Naik Bareng Gaji
Gaji naik, tapi kok tetap ngerasa tekor? Nah, ini dia jebakan klasik: lifestyle inflation.
Begitu penghasilan naik, otomatis pengeluaran juga ikut naik. Upgrade HP, nongkrong lebih sering, beli skincare baru, semua terasa “masuk akal”, padahal efeknya gede banget ke dompet.
Ingat, kenaikan gaji bukan alasan buat naikin gaya hidup. Biarkan gaya hidup tetap, tabungannya yang naik.
Tips: Setiap kali gaji naik, langsung tambah nominal tabungan otomatis kamu, minimal 10%. Dengan begitu, kamu bisa “naik level” finansial tanpa sadar.
3. Nggak Punya Dana Darurat
Semua baik-baik aja sampai tiba-tiba motor mogok, HP rusak, atau ada keluarga sakit. Kalau nggak punya dana darurat, pilihanmu cuma dua: gesek kartu kredit atau pinjam uang.
Dana darurat itu kayak sabuk pengaman keuangan. Idealnya, siapkan 3–6 kali total pengeluaran bulanan.
Tips: Mulai aja dulu dari nominal kecil. Misalnya Rp500 ribu per bulan. Lama-lama, dana daruratmu bakal terkumpul juga tanpa terasa.
4. Terjebak di Paylater dan Cicilan
Paylater itu kayak jebakan manis. Di awal terasa ringan, “cuma 200 ribu kok” tapi kalau ditotal, bisa jutaan!
Masalahnya, banyak yang nggak sadar kalau total cicilan bulanan udah lebih dari 30% gaji. Akibatnya, sisa uang buat hidup jadi sempit banget.
Tips: Catat semua cicilan, dari yang kecil sampai besar. Kalau totalnya udah lewat 30% gaji, saatnya stop dulu nambah utang baru.
5. Nggak Bedain Antara ‘Butuh’ dan ‘Pengen’
Ini nih penyebab klasik kenapa gaji cepet habis. Bedain antara kebutuhan dan keinginan itu tricky banget.
Kopi kekinian Rp30 ribu mungkin terasa sepele, tapi kalau tiap hari, sebulan bisa hampir sejuta! Sama kayak nongkrong, jajan online, atau self reward yang kebablasan.
Latih diri buat nanya sebelum beli:
“Kalau aku nggak beli ini sekarang, hidupku bakal terganggu nggak?”
Kalau jawabannya “nggak”, berarti itu pengen, bukan butuh.
Tips: Coba tantang diri buat no spend day seminggu sekali, nggak beli apapun selain kebutuhan dasar.
Bonus: Coba Metode 50-30-20
Kalau kamu bingung mulai dari mana, coba deh pakai rumus klasik ini:
50% untuk kebutuhan (makan, transport, tagihan, dll)
30% untuk keinginan (hiburan, nongkrong, belanja)
20% untuk tabungan dan investasi
Dengan pembagian ini, kamu tetap bisa menikmati hidup tanpa khawatir gaji habis duluan.
Tips tambahan: Pisahkan rekening antara kebutuhan dan tabungan. Begitu gajian, langsung transfer 20% ke rekening khusus menabung, anggap aja uang itu “nggak ada.”
Kesimpulan
Gaji besar nggak menjamin keuangan sehat kalau cara ngaturnya masih asal. Kuncinya ada di kebiasaan finansial kecil yang konsisten.
Mulailah dari sekarang: bikin anggaran, kurangi gaya hidup konsumtif, dan disiplin nabung. Karena pada akhirnya, yang bikin kamu kaya bukan gaji, tapi cara kamu ngatur uang tiap bulan.

0 Komentar